Sabtu, 05 November 2016

Cub Linux, Kombinasi Chromium dengan Ubuntu Linux



Cub Linux (Cub berasal dari kata Chromiun + Ubuntu) merupakan linux hasil gabungan dari Chromium browser dan Ubuntu Linux. Linux ini terfokus seperti Chromium OS, yaitu web-focused Linux distribution dengan fitur dan tambahan komponen yang handal, integrasi dengan google, beberapa aplikasi berbasis web, dan masih banyak lagi fiturnya. Aplikasi-aplikasi di dalamnya kebanyakan sama dengan bawaan dari Ubuntu Linux.

Sebenarnya, Cub Linux ini adalah brand baru dari Chromium OS Project dimana dengan menggunakan distro ini memungkinkan penggunanya untuk:

  • Mengubah OS komputer menjadi seperti Chromebook.
  • Mengintall aplikasi konvensional untuk pekerjaan offline, seperti pekerjaan kantor, mencetak dokumen, membuka file media, dan banyak lagi.
  • Memanfaatkan browser Chromium dengan beberapa aplikasi lainnya dari toko Chrome.
  • Sinkroniasi akun dengan Google, dan masih banyak lagi.

Untuk saat ini, Cub Linux sudah masuk rilis versi 1.0 dimana ini merupakan release candidate stage, siap untuk digunakan bagi user diluar sana. Cub Linux ini berbasis Ubuntu 14.04.4 LTS dengan kernel 4.2. Tersedia dalam 32-bit dan 64-bit, dan untuk 64-bitnya tersedia UEFI dan Secure Boot untuk instalasinya.

Untuk kenyamanan dalam menggunakan distro ini, spesifikasi yang harus dipenuhiadalah sebagai berikut.

  • Install 32-bit for older computers with 1GB RAM or less
  • Install 64-bit for computers with 1.5GB+ RAM
  • Install 64-bit for Windows 8/10 Secure Boot and UEFI support on Windows, Chromebooks or Macs

Kalian dapat mendownload versi 32-bit ataupun 64-bitnya dari sini. Dan untuk panduan instalasi, informasi, kostumisasi ataupun pemecahan masalah ketika menggunakan linux ini kalian bisa mengunjungi Cub Linux Wiki.


Jika ada pertanyaan silahkan tanyakan di kolom komentar. Terimakasih.

Selasa, 21 Juni 2016

Zekr, Al-Quran Terjemahan DIgital di Linux

Mungkin kita sering bertanya kepada diri kita sendiri, "adakah Al-Quran digital untuk Linux?". Hal ini disebabkan oleh minimnya aplikasi di sistem operasi ini. Nah ternyata kekawatiran itu telah terjawab dengan adanya aplikasi "Zekr", yaitu Al-Quran digital untuk pengguna Linux yang kaya akan fitur. Untuk beberapa fiturnya antara lain:
  1. Dilengkapi terjemahan multi bahasa yang dapat di download terpisah.
  2. Pengaturan layout halaman.
  3. Dilengkapi recitation untuk mendengarkan murotal setiap ayat dengan qori dari syeikh terkemuka.
  4. Pencarian ayat dan terjemahan.
  5. dll. 
Cukup lengkap bukan? Langsung saja yuk ke bagian instalasinya, untuk instalasi Zekr ini tergolong mudah kok.

Instalasi

Arch Linux

yaourt -S zekr

Ubuntu

sudo apt-key adv --keyserver keyserver.ubuntu.com --recv-keys EF400C7
sudo apt-get update 
sudo apt-get install zekr ttf-me-quran ttf-sil-scheherazade sudo apt-get install ttf-farsiweb/code>

Perintah diatas adalah untuk menambahkan font,  atau silahkan download font yang diperlukan di sini, lalu install secara offline font ttf-me-quran dan ttf-sil-scheherazade.

Setelah itu ketikan perintah dibawah ini untuk instalasinya.
sudo apt-get install zekr
Untuk distro lainnya atau untuk instalasi secara offline, atau jika gagal dalam instalasi bisa kunjungi webnya di bawah in.
Dan untuk mendownload terjemahan bisa klik link dibawah.
dan berikut adalah beberapa screenshot ketika saya menggunakan Zekr.

Terimakasih, semoga bermanfaat. Selamat bulan Ramadhan.

Maju Terus Open Source Indonesia!


Jumat, 10 Juni 2016

Brave Browser, Browsing Lebih Cepat Tanpa Iklan

Mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita melakukan aktifitas berselancar di internet, mulai dari sosial media, forum, dan berkunjung ke blog-blog untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan. Namun, sering kali kita dibuat jengkel dengan adanya iklan yang terlalu banyak di suatu blog atau forum. Memang sih sudah banyak addons yang bisa kita gunakan untuk memblokir iklan, namun terkadang tidak semua iklan dapat di blokir hanya menggunakan addons. Nah, sebagai alternatif selain menggunakan addons, kita dapat menggunakan Brave Browser. Yaitu browser yang secara default sudah memblokir iklan-iklan yang ada di dunia maya.

Brave Browser ini merupakan software besutan salah satu CEO Mozilla, yaitu Brendan Eich. Brave Browser mampu memblokir 90% iklan sehingga dapat semakin melancarkan aktivitas browsing. Namun demikian, Brave Browser tidak akan memblokir yang tidak berusaha mencuri data pengguna. Brave akan melakukan blokir iklan yang jahat dan menggantinya dengan iklan milik Brave. Menarik bukan?

Yang paling hebat lagi, Brave Browser ini bersifat Open Source!. Kalian dapat mengembakannya sendiri melalui github page Brave di bawah ini.
Untuk kompabilitasnya, Brave Browser ini tersedia untuk iOS, Android, Windows, Linux, dan OSX. Cukup lengkap bukan?

Berikut adalah beberapa screenshot saya ketika menggunakan Brave Browser.

Dalam hal ini Brave memblokir iklan pada blog saya di bagian sidebar kanan, dan menggantinya dengan gambar dari Brave.

Lalu saya mencoba membuka blog yang menurut saya banyak iklannya, yaitu jalantikus.com. Berikut screenshotnya.
Selain dapat mengganti tampilan iklan dengan gambar dari Brave, kita juga dapat memblok iklan dengan menghapus iklan dengan tidak menampilkannya. Menarik bukan?

Tertarik? Yuk di coba, download langsung melalui webnya dibawah ini.
Untuk pengguna ArchLinux, di halaman official download tidak ada untuk ArchLinux, namun kalian bisa mendownload melalui AUR dengan mengetikan command berikut di terminal.

yaourt -S brave

Jika tetap tidak bisa diinstal, lakukan instalasi brave versi bin dengan peritah berikut.
yaourt -S brave-bin


Terimakasih, semoga bermanfaat.


Maju Terus Open Source Indonesia!

Rabu, 01 Juni 2016

Krita, Software Alternatif Untuk Digital Painting

Mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita sebagai user GNU/Linux menggunakan GIMP (GNU Image Manipulation Program) sebagai software untuk editing foto atau desain digital. Aplikasi berbasis raster ini sudah mainstream digunakan oleh kalangan user GNU/Linux di dunia. Atau mungkin bagi pengguna Windows sudah sangat familiar oleh Adobe Photoshop, aplikasi yang sangat jamak digunakan dalam kegiatan komersial namun dalam penggunaannya mayoritas masih menggunakan versi yang bajakan.

Sebagai alternatif GIMP atau Photoshop, kini ada Kira. Kira adalah sebuah aplikasi open source yang merupakan bagian dari aplikasi KOffice dari lingkungan desktop KDE dan dikembangkan oleh Krita Foundation.

Walaupun bersifat opensource, namun Krita memiliki banyak fitur yang tidak kalah oleh software berbayar seperti photoshop. Krita ini juga support dengan ekstensi Photoshop PSD, PNG, BMP, GIF, JPEG, JPEG-2000, EXR, PNM, EPS, PDF, OpenDocument ODG, OpenRaster, Camera RAW, TIFF, dan XCF.

Berikut adalah beberapa fitur pada aplikasi Krita:

1. Tampilan User Interface yang mudah untuk digunakan.

Tampilan Krita. (source: krita.org)

Krita ini memliki user interface yang user friendly (mudah digunakan). Karena tatak letak tools-toolsnya seperti aplikasi pengolah gambar kebanyakan. Sebagai pengguna baru hanya cukup belajar menyesuaikan dengan tools di Krita.

2. Memiliki brush yang banyak.

Brush di Krita. (source: krita.org)

Krita secara default sudah menyediakan banyak jenis pola brush yang bisa digunakan. Secara default Krita macam brush yang tersedia adalah: pixel, smudge, curve, deform, dyna, experiment, grid, particle, sketch, dan spray brushes. selain itu kita juga bisa menambahkan brush kita sendiri melalui fitur import brush.

3. Filter dan Efek

Filter dan efek di Krita. (source: krita.org)
Seperti layaknya Adobe Photoshop, Krita juga memiliki fitur filter dan efek yang dapat digunakan pada layer.

Selain ketiga fitur yang saya sebutkan diatas, masih banyak fitur yang tersedia oleh aplikasi Krita yang tidak dapat saya sebutkan. Untuk lebih jelasnya kunjungi website Krita langsung dengan klik button dibawah.
Cara instalasinya silahkan klik button berikut untuk mendapatkan versi yang paling terbaru.

Jumat, 27 Mei 2016

WPS Office Alternatif Selain Libre Office



Mungkin sebagian besar dari pengguna GNU/Linux menggunakan Libre Office sebagai aplikasi perkantoran default karena Libre Office sudah secara default terinstal pada beberapa varian Distro GNU/Linux. Libre Office ini menurut saya memang mempunyai banyak keunggulan walaupun bersifat gratis. Namun, terkadang Libre Office ini belum sepenuhnya kompatibel dengan format dokumen yang berasal dari Microsoft Office.

Namun kita sebagai pengguna GNU/Linux jangan berkecil hati, ada aplikasi office alternatif selain Libre Office yang kompatibel dengan Microsoft Office. Aplikasi tersebut adalah WPS Office.

WPS Office sendiri terdiri dari 3 komponen, yaitu.

1. WPS Writer.
 Digunakan sebagai pengolah kata pengganti Microsoft Word di Windows.
2. WPS Presentation
Digunakan untuk membuat dokumen presentasi seperti Microsoft PowerPoint di Windows.
3. WPS Spreadsheets.
Digukanan untuk pengolahan angka seperti Microsoft Excel di Windows.

Aplikasi buatan Tiongkok ini sangat saya rekomendasikan bagi yang menginginkan aplikasi office yang lebih kompatibel dengan Microsoft Office dan juga sebagai alternatif Libre Office. WPS Office ini sangat kompatibel dengan file ekstensi PPT, DOC, DOCX, XLS, dan XLSX yang umumnya digunakan sebagain ekstensi default di Microsoft Office.

Berikut adalah beberapa screenshot tampilan WPS Office.

WPS Office

WPS Writter

WPS Presentation

WPS Spreadsheets.


Yang lebih menarik lagi aplikasi WPS ini bisa diganti temanya.

INSTALASI

  1. Unduh aplikasi WPS Office langsung dari situs resminya di sini lalu pilih yang versi .deb dan sesuaikan 32bit atau 64bit.
  2. Setelah itu masuk ke direktori tempat unduhan. Misalnya di folder download maka ketikan di terminal "cd download".
  3. Setelah masuk ke direktori download dengan mengetikkan perintah "cd download" pada terminal selanjutnya melakukan instalasi dengan menggunakan perintah "sudo dpkg -i wps-office_10.1.0.5460~a20p1_i386.deb" sesuaikan dengan nama file tersebut.
  4. WPS Office selesai di instalasi.
WPS ini kompatibel untuk banyak jenis GNU/Linux seperti Ubuntu, Mint, Arch, Fedora, CentOS, dan lainnya.

Demikian artikel mengenai WPS Office ini. Jika ada pertanyaan silahkan berikan di kolom komentar.


Maju Terus Open Source Indonesia!

Jumat, 20 Mei 2016

Lollypop, Music Player dan Radio Streaming Terbaik di Linux

Kali ini saya akan berbagi media player yang menurut saya paling baik di Linux. Media player tersebut adalah Lollypop. Aplikasi untuk music player ini sepenuhnya dikembangkan dengan menggunakan GTK+3 dan Python dan bersifat Open Source.

Media player ini mensupport hampir semua format audio dan video, seperti mp3, mp3, ogg, dan flac. Dengan menggunakan media player ini kita juga dapat memilah lagu berdasarkan album, artist / genre, dan juga dapat mensuffle (random) semua list lagu. Selain itu dengan Lollypop ini kita dapat mendengarkan radio secara streaming.

Aplikasi ini tersedia untuk banyak distro, seperti Debian, Arch Linux, Fedora, OpenSuse dan Ubuntu serta Linux Mint baik untuk 32 bit dan 64 bit.

Untuk instalasinya cukup mudah, caranya adalah sebagai berikut.

Ubuntu

sudo add-apt-repository ppa:gnumdk/lollypop
sudo apt-get update
sudo apt-get install lollypop

Arch Linux 

ssudo yaourt -S lollypop
Untuk distro lainnya bisa kalian dapatkan di webnya langsung di sini.

Berikut adalah beberapa screenshot tampilan Lollypop. (klik gambar untuk memperbesar)

Tampilan list lagu berdasarkan artis.


Tampilan berdasarkan Popular Album.

List lagu akan muncul jika Album Art di klik.


Lollypop music player ini sangat cocok untuk menggantikan music player seperti rhythmbox karena menurut saya lebih ringan.


Maju terus Open Source Indonesia!



Selasa, 17 Mei 2016

Mengapa Kita Harus Menggunakan Linux / Migrasi ke Linux?


Mungkin beberapa dari kita pengguna linux pernah mendengar pertanyaan “kok make linux sih? Padahal kan enak make windos.”

Menurut saya inilah alasan-alasan yang dapat kalian katakan jika ada yang bertanya demikian.

1. Linux itu GRATIS!

Yak, Benar sekali, Linux itu gratis. Kita tidak perlu terbebani oleh lisensi yang mahal seperti OS sebelah (re: Windows & Mac). Jaman sekarang, siapa sih yang gamau pakai yang gratisan?

2. Linux itu Open Source.


Dengan menggunakan Linux selain gratis, kita juga dapat menggunakan aplikasi-aplikasi yang bebas lisensi karena bersifat Open Source. Kita bebas untuk mengembangkan software tersebut. Selain itu, kita bisa juga bebas melakukan remastering distro linux yang sudah ada sesuai selera kita. Tentu hal tersebut hal yang menyenangkan bukan? Berbeda dengan Windows, untuk menggunakan software-softwarenya saja kita harus membayar mahal, memang tidak semua aplikasi Windows dan Mac itu berbayar. Namun untuk beberapa aplikasi berbayar yang close source jika mau gratis ya harus menggunakan crack.

3. Linux itu aman dari virus.

Linux itu aman dari virus. Sebenarnya tidak 100% bebas virus, saya pernah membaca ada project pembyuatan virus yang khusus dibuat untuk linux, namun itu hanya sebagai pembuktian bahwa linux bisa terserang virus. Setelah project tersebut berhasil, virusnya-pun tidak dikembangkan lagi. Saya sendiri sudah 3 tahun menggunakan linux, terbukti aman. Semua data saya juga terbebas dari virus. Jadi jangan takut pakai Linux!

4. Linux itu mudah.


Yak, mungkin kata mudah disini tergantung pribadi masing-masing user. Tapi dengan bantuan Desktop Environment yang melimpah di linux, linux bisa kita gunakan dengan user friendly. Katakan saja ada GNOME, KDE, LXDE, XFCE, Unity. Dengan berbagai pilihan Desktop Environment tersebut, kita bisa bebas memilih desktop yang paling mudah bagi kita!


5. Linux itu cantik.


Masih berhubungan dengan Desktop Environment. Linux itu cantik loh, kita bisa bebas mengoprek desktop di linux kita. Kalian search aja di google image dengan keyword “Linuxer Desktop Art” atau bergabung dengan group facebook Linuxer Desktop Art, disana kalian akan melihat banyak contoh desktop yang cantik dan menawan.

6. Linux itu ringan.


Sudah saya buktikan sendiri perbandingannya dengan windows 7, 8, maupun 10. Hampir semua varian distro linux terasa lebih ringan. Lihat saja screenshot system monitor pada terminal linux saya berikut.



CPU Usage tidak ada yang melebihi 20%, dan memory ram hanya terpakai kurang dari 1GB dengan posisi pemakaian mendengarkan lagu, membuka file manager, dan mengetik artikel ini. Sangat cocok untuk perangkat PC atau Laptop tua.

7. Linux itu BEBAS DOSA.

Yak, mungkin ini berlebihan. Namun linux itu bebas dosa. “Loh? Kok bisa?”. Ya, karena linux itu gratis, opensource, kita jadi terbebas dari lisensi yang menuntut kita untuk “mencuri” karena sudah disediakan gratis oleh komunitas.



Jadi, itu hanyalah pendapat dan opini saya tentang mengapa kita harus menggunakan linux. Jika ada tambahan silahkan berkomentar saja.



Maju terus Open Source Indonesia!

Jumat, 25 Maret 2016

Mengembalikan Grub Yang Hilang Setelah Install Ulang Windows


Contoh kasus yang saya alami:

Saya mempunyai 2 os di laptop, yaitu Windows 7 dan Ubuntu di 2 partisi yang berbeda. Paritisi Ubuntu berada di /dev/sda3 , pada suatu hari saya menginstall ulang windows7nya, tetapi setelah proses instalasi grub yang biasa digunakan untuk masuk ke Ubuntu malah hilang, tetapi partisi linuxnya masih ada ketika di check di Windows dengan program Create and format a hard disk partition.
Jika yang hilang adalah Windowsnya, maka bisa cek lagi ke post saya sebelumnya.

Jika grub hilang, maka satu-satunya cara yaitu dengan melakukan install ulang grub boot loader

Lalu? Bagaimana menginstall ulang grub boot loader sedangkan saya tidak punya akses ke terminal ubuntu?
Dengan menggunakan live cd/usb, buatlah bootable usb Ubuntu, setelah itu reboot dan pilih pilihan “Try Ubuntu Without Installing”
Command / Perintah untuk menginstall ulang grub ?
Misalkan paritisi root linux : /dev/sda3
sudo mount /dev/sda3 /mnt && sudo grub-install --root-directory=/mnt /dev/sda
Dengan menggunakan command di atas kita dapat menginstall kembali grub pada /dev/sda3.
Setelah itu reboot, dan copot bootable usb.