Senin, 06 November 2017

Cara Menghubungkan Domain ke VPS dengan CloudFlare

Cara Menghubungkan Domain dengan VPS atau bisa juga disebut dengan Setting DNS (Domain Name Server). Pada kali ini kita menggunakan cara yang termudah dan paling aman, yaitu menggunakan layanan free DNS dari CloudFlare. Untuk alasan sekuritas sendiri, CloudFlare memberikan fitur-fitur gratis seperti proteksi SQL injection, DDOS,  dll. Anda bisa membaca fitur-fitur lainnya secara lengkap di situs resmi CLoudFlare.com.

1. Langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah mendaftar akun di www.cloudflare.com

2. Setelah berhasil, login dan pilih Add Site, nanti otomatis CloudFlare akan men-scan DNS record domain anda selanjutnya pilih > Continue > Pilih yang Gratis/Free > Continue.

3. Selanjutnya arahkan ke IP VPS anda.


Ganti 43.252.137.20 dengan alamat IP VPS anda.

4. Selanjutnya akan tampil Name Server untuk domain anda.

5. Kemudian, masuk ke kontrol panel domain anda dan ubah Name Server sesuai dengan yang ada pada panel CloudFlare anda. Contohya NSnya seperti  berikut ini:


6. Konfigurasi telah selesai, silahkan tunggu 1×24jam. Jika settingan anda benar, maka domain telah terhubung dengan IP VPS anda.

Selain menggunakan Name Server CloudFlare, cara untuk menghubungkan domain anda ke Virtual Private Server (VPS), yaitu anda juga bisa membuat Name Server sendiri dengan nama domain anda.
Untuk tutorial dengan membuat Name Server sendiri akan saya buatkan segera :)

Sabtu, 04 November 2017

Cek Platform Virtualisasi Server


Pernah ga sih kalian beli VPS, trus kepikiran "apa ya paket VPS yang dulu diorder?". Nah, dengan panduan berikut ini kita akan tahu apa type virtualisasi yang digunakan pada server.

Pada tutorial ini saya menggunakan Linux Debian9 dan CentOS serta mamakai virt-what sebagai shell script untuk cara cek platform virtualisasi pada server atau VPS kita.

1. Install virt-what

Melalui terminal shell jalankan perintah ini:

Debian 

$ apt-get install virt-what -y
 
CentOS 
 
$ yum install virt-what -y 
 
 

2. Cek Virtualization

Kemudian jalankan perintah sederhana ini:

virt-what
 
output

kvm
 
 
 

Nah sekarang tahu ternyata VPSnya pake kvm. kalau pakai OpenVZ nanti outputnya juga openvz. selamat mencoba.

Referensi: virt-what – Detect if we are running in virtual machine

Kamis, 29 Juni 2017

Install Manokwari Desktop

Artikel ini ditujukan untuk pengguna Archlinux, dimana tidak ada dokumentasi yang resmi untuk instalasi Archlinux. Untuk distro linux lain (Ubuntu, Fedora, dan OpenSuse) kalian bisa membaca dokumentasi instalasinya di website resmi blankon linux.

Manokwari desktop sendiri merupakan desktop shell untuk GNOME3 dengan GTK+ dan HTML5 untuk interfacenya. Desktop ini adalah desktop default dari BlankOn Linux. Distro linux asli karya anak bangsa, wow!

Beberapa bulan lalu, saya ingin melakukan instalasi Manokwari  di Archlinux saya, namun ternyata gagal terus. Haha, tidak tau kenapa. Kemudian beberapa hari yang lalu saya menemukan tutorial dari artemtechblog dimana ia memberikan penjelasan tentang tata cara instalasi manokwari di arch linux.

Artikel ini sebenarnya hanya sebagai dokumentasi pribadi saja, namun tidak ada salahnya untuk info buat kalian yang ingin mencobanya juga :)

Yuk, langsung saja. Untuk langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Yang pertama kalian harus lakukan ada memasang paket Unique-3.0. Dimana paket ini merupakan dependensi untuk manokwari. Untuk cara instantnya, kalian hanya tinggal install melalui AUR dengan command:

yaourt -S libunique3


2. Kemudian langkah yang kedua adalah instalasi paket-paket yang dibutuhkan.

sudo pacman -Sy base-devel gnome-common glib2 gtk3 libwnck3 libgee vala webkitgtk gnome-menus libnotify


3. Setelah itu persiapkan file file yang dibutuhkan dengan melakukan kloning git repo manokwari.

git clone https://github.com/BlankOn/manokwari.git

4. Masuk ke direktori hasil kloning tadi.

cd manokwari

5. Kita ubah dulu file konfigurasi paket untuk libgee

nano configure.ac


Lalu kita cari baris 73 dan 81.

... # baris 73
PKG_CHECK_MODULES(MANOKWARI, glib-2.0 >= $GLIB_REQUIRED gobject-2.0 >= $GLIB_REQUIRED gtk+-3.0 >= $GTK_REQUIRED atk >= $ATK_REQUIRED gee-1.0 >= $GEE_REQUIRED cairo >= $CAIRO_REQUIRED libgnome-menu-3.0 >= $LIBGNOME_MENU_REQUIRED libwnck-3.0 >= $LIBWNCK_REQUIRED unique-3.0 >= $UNIQUE_REQUIRED webkitgtk-3.0 >= $WEBKIT_REQUIRED x11 >= $X11_REQUIRED libnotify >= $LIBNOTIFY_REQUIRED)

... # baris 81

VALA_PACKAGES="--pkg atk --pkg x11 --pkg gdk-x11-3.0 --pkg gee-1.0 --pkg cairo --pkg gtk+-3.0 --pkg gio-unix-2.0 --pkg libgnome-menu-3.0 --pkg gdk-3.0 --pkg libwnck-3.0 --pkg unique-3.0 --pkg webkit-1.0 --pkg javascriptcore --pkg libsoup-2.4 --pkg libnotify"

Ubah tulisan gee-1.0 menjadi gee-0.8 

6. Setelah diganti, jalankan script autogen

sh autogen.sh

7. Setelah itu compile manokwari dan lakukan pemasangan di root

make

sudo make install

8. Kemudian lakukan pemindahan secara manual berkas-berkas system dan ubah permissionnya untuk blankon.

sudo chmod +x /usr/bin/blankon-session

cd system

sudo cp -R css fonts img js widget texture.jpg texture.xcf --target-directory=/usr/lib/manokwari/system


9. Langkah instalasi telah selesai :D
Berikut ini tampilan setelah Manokwari Desktop di Archlinux saya.




Terimakasih :)  

Sabtu, 18 Maret 2017

Cara Upgrade Kernel di Ubuntu ke Versi Terbaru

Mengupdate secara berkala system linux sangatlah penting untuk menjaga agar system selalu up-to-date.  Salah satunya adalah dengan mengupdate kernel linux kita. Di artikel ini saya akan memberikan penjelasan tentang bagaimana cara mengupdate kernel Ubuntu 16.04 kita ke versi yang terbaru.
 

Langkah 1: Periksa kernel yang terpasang di Ubuntu kita

Untuk menemukan versi kernel yang diinstal pada sistem, dapat kita lakukan dengan perintah :
 
 $ uname -sR 
 
Gambar berikut menunjukkan output dari perintah di atas.


Langkah 2: Upgrade Kernel di Ubuntu 16.04

 
Untuk meng-upgrade kernel di Ubuntu 16.04, pergi ke http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/ dan pilih versi yang diinginkan dari daftar dengan mengkliknya.
 
Berikutnya, download file .deb  untuk arsitektur sistem kam:
 
 $ wget http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/v4.9.13/linux-headers-4.9.13-040913_4.9.13-040913.201702260631_all.deb
 $ wget http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/v4.9.13/linux-headers-4.9.13-040913-generic_4.9.13-040913.201702260631_i386.deb
 $ wget http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/v4.9.13/linux-image-4.9.13-040913-generic_4.9.13-040913.201702260631_i386.deb 

Setelah mengunduh semua file kernel di atas, sekarang install kernel tersebut dengan perintah:
 
 $ sudo dpkg -i * .deb 
 
Setelah instalasi selesai, reboot komputer kamu dan cek versi kernel yang sekarang dengan perintah:
 
 $ uname -sR 
 
Selamat! kamu kini telah menggunakan kernel yang terbaru di Ubuntu kamu!

Sabtu, 05 November 2016

Cub Linux, Kombinasi Chromium dengan Ubuntu Linux



Cub Linux (Cub berasal dari kata Chromiun + Ubuntu) merupakan linux hasil gabungan dari Chromium browser dan Ubuntu Linux. Linux ini terfokus seperti Chromium OS, yaitu web-focused Linux distribution dengan fitur dan tambahan komponen yang handal, integrasi dengan google, beberapa aplikasi berbasis web, dan masih banyak lagi fiturnya. Aplikasi-aplikasi di dalamnya kebanyakan sama dengan bawaan dari Ubuntu Linux.

Sebenarnya, Cub Linux ini adalah brand baru dari Chromium OS Project dimana dengan menggunakan distro ini memungkinkan penggunanya untuk:

  • Mengubah OS komputer menjadi seperti Chromebook.
  • Mengintall aplikasi konvensional untuk pekerjaan offline, seperti pekerjaan kantor, mencetak dokumen, membuka file media, dan banyak lagi.
  • Memanfaatkan browser Chromium dengan beberapa aplikasi lainnya dari toko Chrome.
  • Sinkroniasi akun dengan Google, dan masih banyak lagi.

Untuk saat ini, Cub Linux sudah masuk rilis versi 1.0 dimana ini merupakan release candidate stage, siap untuk digunakan bagi user diluar sana. Cub Linux ini berbasis Ubuntu 14.04.4 LTS dengan kernel 4.2. Tersedia dalam 32-bit dan 64-bit, dan untuk 64-bitnya tersedia UEFI dan Secure Boot untuk instalasinya.

Untuk kenyamanan dalam menggunakan distro ini, spesifikasi yang harus dipenuhiadalah sebagai berikut.

  • Install 32-bit for older computers with 1GB RAM or less
  • Install 64-bit for computers with 1.5GB+ RAM
  • Install 64-bit for Windows 8/10 Secure Boot and UEFI support on Windows, Chromebooks or Macs

Kalian dapat mendownload versi 32-bit ataupun 64-bitnya dari sini. Dan untuk panduan instalasi, informasi, kostumisasi ataupun pemecahan masalah ketika menggunakan linux ini kalian bisa mengunjungi Cub Linux Wiki.


Jika ada pertanyaan silahkan tanyakan di kolom komentar. Terimakasih.

Selasa, 21 Juni 2016

Zekr, Al-Quran Terjemahan DIgital di Linux

Mungkin kita sering bertanya kepada diri kita sendiri, "adakah Al-Quran digital untuk Linux?". Hal ini disebabkan oleh minimnya aplikasi di sistem operasi ini. Nah ternyata kekawatiran itu telah terjawab dengan adanya aplikasi "Zekr", yaitu Al-Quran digital untuk pengguna Linux yang kaya akan fitur. Untuk beberapa fiturnya antara lain:
  1. Dilengkapi terjemahan multi bahasa yang dapat di download terpisah.
  2. Pengaturan layout halaman.
  3. Dilengkapi recitation untuk mendengarkan murotal setiap ayat dengan qori dari syeikh terkemuka.
  4. Pencarian ayat dan terjemahan.
  5. dll. 
Cukup lengkap bukan? Langsung saja yuk ke bagian instalasinya, untuk instalasi Zekr ini tergolong mudah kok.

Instalasi

Arch Linux

yaourt -S zekr

Ubuntu

sudo apt-key adv --keyserver keyserver.ubuntu.com --recv-keys EF400C7
sudo apt-get update 
sudo apt-get install zekr ttf-me-quran ttf-sil-scheherazade sudo apt-get install ttf-farsiweb/code>

Perintah diatas adalah untuk menambahkan font,  atau silahkan download font yang diperlukan di sini, lalu install secara offline font ttf-me-quran dan ttf-sil-scheherazade.

Setelah itu ketikan perintah dibawah ini untuk instalasinya.
sudo apt-get install zekr
Untuk distro lainnya atau untuk instalasi secara offline, atau jika gagal dalam instalasi bisa kunjungi webnya di bawah in.
Dan untuk mendownload terjemahan bisa klik link dibawah.
dan berikut adalah beberapa screenshot ketika saya menggunakan Zekr.

Terimakasih, semoga bermanfaat. Selamat bulan Ramadhan.

Maju Terus Open Source Indonesia!


Jumat, 10 Juni 2016

Brave Browser, Browsing Lebih Cepat Tanpa Iklan

Mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita melakukan aktifitas berselancar di internet, mulai dari sosial media, forum, dan berkunjung ke blog-blog untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan. Namun, sering kali kita dibuat jengkel dengan adanya iklan yang terlalu banyak di suatu blog atau forum. Memang sih sudah banyak addons yang bisa kita gunakan untuk memblokir iklan, namun terkadang tidak semua iklan dapat di blokir hanya menggunakan addons. Nah, sebagai alternatif selain menggunakan addons, kita dapat menggunakan Brave Browser. Yaitu browser yang secara default sudah memblokir iklan-iklan yang ada di dunia maya.

Brave Browser ini merupakan software besutan salah satu CEO Mozilla, yaitu Brendan Eich. Brave Browser mampu memblokir 90% iklan sehingga dapat semakin melancarkan aktivitas browsing. Namun demikian, Brave Browser tidak akan memblokir yang tidak berusaha mencuri data pengguna. Brave akan melakukan blokir iklan yang jahat dan menggantinya dengan iklan milik Brave. Menarik bukan?

Yang paling hebat lagi, Brave Browser ini bersifat Open Source!. Kalian dapat mengembakannya sendiri melalui github page Brave di bawah ini.
Untuk kompabilitasnya, Brave Browser ini tersedia untuk iOS, Android, Windows, Linux, dan OSX. Cukup lengkap bukan?

Berikut adalah beberapa screenshot saya ketika menggunakan Brave Browser.

Dalam hal ini Brave memblokir iklan pada blog saya di bagian sidebar kanan, dan menggantinya dengan gambar dari Brave.

Lalu saya mencoba membuka blog yang menurut saya banyak iklannya, yaitu jalantikus.com. Berikut screenshotnya.
Selain dapat mengganti tampilan iklan dengan gambar dari Brave, kita juga dapat memblok iklan dengan menghapus iklan dengan tidak menampilkannya. Menarik bukan?

Tertarik? Yuk di coba, download langsung melalui webnya dibawah ini.
Untuk pengguna ArchLinux, di halaman official download tidak ada untuk ArchLinux, namun kalian bisa mendownload melalui AUR dengan mengetikan command berikut di terminal.

yaourt -S brave

Jika tetap tidak bisa diinstal, lakukan instalasi brave versi bin dengan peritah berikut.
yaourt -S brave-bin


Terimakasih, semoga bermanfaat.


Maju Terus Open Source Indonesia!

Rabu, 01 Juni 2016

Krita, Software Alternatif Untuk Digital Painting

Mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita sebagai user GNU/Linux menggunakan GIMP (GNU Image Manipulation Program) sebagai software untuk editing foto atau desain digital. Aplikasi berbasis raster ini sudah mainstream digunakan oleh kalangan user GNU/Linux di dunia. Atau mungkin bagi pengguna Windows sudah sangat familiar oleh Adobe Photoshop, aplikasi yang sangat jamak digunakan dalam kegiatan komersial namun dalam penggunaannya mayoritas masih menggunakan versi yang bajakan.

Sebagai alternatif GIMP atau Photoshop, kini ada Kira. Kira adalah sebuah aplikasi open source yang merupakan bagian dari aplikasi KOffice dari lingkungan desktop KDE dan dikembangkan oleh Krita Foundation.

Walaupun bersifat opensource, namun Krita memiliki banyak fitur yang tidak kalah oleh software berbayar seperti photoshop. Krita ini juga support dengan ekstensi Photoshop PSD, PNG, BMP, GIF, JPEG, JPEG-2000, EXR, PNM, EPS, PDF, OpenDocument ODG, OpenRaster, Camera RAW, TIFF, dan XCF.

Berikut adalah beberapa fitur pada aplikasi Krita:

1. Tampilan User Interface yang mudah untuk digunakan.

Tampilan Krita. (source: krita.org)

Krita ini memliki user interface yang user friendly (mudah digunakan). Karena tatak letak tools-toolsnya seperti aplikasi pengolah gambar kebanyakan. Sebagai pengguna baru hanya cukup belajar menyesuaikan dengan tools di Krita.

2. Memiliki brush yang banyak.

Brush di Krita. (source: krita.org)

Krita secara default sudah menyediakan banyak jenis pola brush yang bisa digunakan. Secara default Krita macam brush yang tersedia adalah: pixel, smudge, curve, deform, dyna, experiment, grid, particle, sketch, dan spray brushes. selain itu kita juga bisa menambahkan brush kita sendiri melalui fitur import brush.

3. Filter dan Efek

Filter dan efek di Krita. (source: krita.org)
Seperti layaknya Adobe Photoshop, Krita juga memiliki fitur filter dan efek yang dapat digunakan pada layer.

Selain ketiga fitur yang saya sebutkan diatas, masih banyak fitur yang tersedia oleh aplikasi Krita yang tidak dapat saya sebutkan. Untuk lebih jelasnya kunjungi website Krita langsung dengan klik button dibawah.
Cara instalasinya silahkan klik button berikut untuk mendapatkan versi yang paling terbaru.